Riwayat 6 bulan dari usulan perpanjangan PPnBM 100 persen

Relaksasi pajak penjualan barang mewah (PPnBM) 100 persen untuk mobil baru dengan mesin hingga 1.500 cc akan berakhir pada akhir Agustus 2021.

Pemerintah kemungkinan besar akan menggantinya dengan potongan PPnBM yang lebih kecil yakni 50 persen atau mungkin 25 persen langsung.

Relaksasi PPnBM 100 persen dari mobil penumpang hingga mesin 1.500 cc akan mulai berlaku pada Maret 2021 untuk mendorong industri otomotif yang terpukul keras akibat pandemi Covid-19. Pemerintah berharap industri otomotif dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.

Namun, relaksasi 100 persen ditanggung pemerintah atau PPnBM itu memiliki satu syarat

, yakni produk harus dirakit di Indonesia dan share lokal minimal 70 persen. Selain itu, ada perpindahan maksimum 1500 ccm.
Lihat juga:
[img-judul]
Menperin usul perpanjangan diskon PPnBM untuk mobil baru

Sejauh ini sudah ada 23 mobil yang memenuhi syarat, antara lain Toyota Avanza, Vios, Sienta, Yaris, Rush dan Raize. Daihatsu Rocky, Xenia, Terios, Luxio dan Gran Max.

Kemudian merek Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross serta Nissan Livina. Selanjutnya ada Honda City, Brio RS, Mobilio, 1.5L CRV, BRV dan 1.5L HRV. Selanjutnya Wuling Confero, Suzuki Ertiga dan XL7.

Akibat regulasi ini, penjualan mobil nasional meroket.

Berdasarkan data ritel Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan Maret naik menjadi 77.515 unit dari 46.941 unit di Februari.

Kemudian April naik lagi menjadi 79.502 unit. Penjualan baru turun menjadi 64.175 unit di bulan Mei, naik tipis menjadi 65.715 unit di bulan Juni dan turun lagi menjadi 64.028 unit di bulan Juli.
Lihat juga:
[img-judul]
Mitsubishi minta maaf atas Xpander PPnBM 100 persen koleksi 2 bulan

Penjualan mobil menurun karena penyebaran virus SARS-CoV-2 yang meningkat pada saat itu. Pemerintah merespon penyebaran wabah tersebut dengan memberlakukan PPKM darurat pada 3 Juli.

Relaksasi PPnBM 100 persen untuk kelas mesin 1.500cc seharusnya berakhir pada Mei tetapi berlangsung hingga Agustus setelah melihat efek yang sangat positif di pasar mobil domestik.

Sekarang Agustus tinggal beberapa hari lagi

. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang juga telah menandatangani proposal perpanjangan diskon keringanan PPnBm 100 persen untuk pembelian mobil baru.

Agus berpendapat, insentif ini berhasil mendongkrak produksi dan penjualan mobil di masa pandemi COVID-19. Menurut Kementerian Perindustrian, penjualan mobil naik drastis menjadi 758 persen pada kuartal kedua 2021 setelah diperkenalkannya insentif.

“Saya sudah menandatangani surat kepada Menteri Keuangan (Sri Mulyani) untuk mengusulkan perpanjangan PPnBM-DTP karena terkait dengan industri penunjang di belakangnya,” kata Agus, Rabu (25/8).

Dukungan Menteri Perindustrian ini menjadi sinyal bagus bagi para pelaku industri otomotif untuk menggenjot penjualannya.

Lihat Juga

https://www.suratkabar.id/
https://www.chip.co.id/
https://www.atursaja.com/
https://vncallcenter.com/
https://jadwalxxi.id/

Related Posts